GUNUNGKIDUL – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Gunungkidul sukses menyelenggarakan agenda Sarasehan KOKAM Gunungkidul pada Sabtu malam, 18 Juli 2026. Acara yang berpusat di Kompleks Pondok Pesantren Al-Murtadlo, Susukan II, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul ini berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh antusiasme dari para kader.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 19.00 WIB, yang diawali dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah oleh seluruh panitia, tamu undangan, dan peserta sarasehan. Kehadiran para kader dari berbagai wilayah menegaskan soliditas KOKAM dalam menjaga ukhuwah serta komitmen mengawal dakwah persyarikatan.
Meneladani Semangat Juang dan Prestasi
Sarasehan kali ini menghadirkan narasumber spesial yang sangat inspiratif, yaitu M.H. Abror. Beliau merupakan Komandan KOKAM Sleman periode 2001–2014, sekaligus seorang Atlet Panahan Nasional berprestasi yang pernah menorehkan tinta emas sebagai peraih Medali Emas pada ajang Asian Para Archery Championship 2019.

Dalam pemaparannya, M.H. Abror membagikan pengalamannya selama memimpin KOKAM serta bagaimana menanamkan nilai-nilai disiplin, loyalitas, dan ketangguhan mental dalam diri seorang kader. Beliau juga menekankan pentingnya bagi setiap anggota KOKAM untuk tidak hanya kuat secara fisik dan organisasi, tetapi juga mampu mengukir prestasi yang membanggakan di bidangnya masing-masing demi mengharumkan nama persyarikatan dan bangsa.
”Kader KOKAM harus memiliki daya juang yang tinggi, pantang menyerah, dan selalu siap sedia dalam garis depan mengawal ummat serta bangsa,” ujar M.H. Abror di tengah sesi sarasehan.
Internalize 7 Pokok Pikiran Muhammadiyah
Selain memotivasi tentang loyalitas dan prestasi, M.H. Abror juga mempertegas bahwa perjuangan KOKAM tidak boleh lepas dari landasan ideologis persyarikatan. Beliau memaparkan 7 Pokok Pikiran Muhammadiyah sebagai arah perjuangan kader dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yaitu:
- Kemurnian: Muhammadiyah bergerak untuk menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
- Kedinamisan: Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid yang berkemajuan.
- Kesediaan Bekerjasama: Muhammadiyah siap bekerjasama dalam kebaikan dengan semua pihak, dalam gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan tajdid.
- Kebebasan yang Bertanggung Jawab: Muhammadiyah menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
- Kepribadian: Muhammadiyah berusaha mewujudkan kepribadian muslim dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
- Kemasyarakatan: Muhammadiyah berusaha mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
- Kesemestaan: Muhammadiyah berusaha mewujudkan hubungan yang baik dan bermanfaat dengan bangsa-bangsa dan negara-negara lain.
Melalui poin-poin ideologis tersebut, pemateri mengajak seluruh elemen KOKAM untuk bersama Muhammadiyah membangun peradaban utama untuk Indonesia berkemajuan.
Antusiasme dan Harapan ke Depan
Diskusi interaktif berjalan dengan hangat, di mana para peserta aktif memberikan pertanyaan dan berbagi pandangan mengenai tantangan dakwah KOKAM di masa depan, khususnya di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Melalui kegiatan sarasehan ini, diharapkan seluruh kader KOKAM Gunungkidul dapat memetik pelajaran berharga dari masa lalu untuk membangun masa depan organisasi yang lebih progresif, tangguh, dan responsif terhadap dinamika sosial di masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Terima kasih kepada seluruh pihak, pengasuh Pondok Pesantren Al-Murtadlo, serta para kader yang telah mendukung penuh suksesnya acara ini.
KOKAM! Perkasa!
KOKAM! Bersaudara!





