GUNUNGKIDUL – Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga moral dan masa depan generasi muda. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif mereka dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sekaligus pembentukan Satgas Anti Narkoba bagi pelajar dan pemuda.
Acara yang berlangsung pada Kamis, 9 April 2026 ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul bekerja sama dengan DPD KNPI Gunungkidul.
Sinergi Lintas Sektor untuk Perlindungan Pemuda
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas, Eko Nurcahyo, S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ancaman narkoba tidak bisa dihadapi sendirian.
”Kolaborasi lintas sektor sangat krusial dalam upaya pencegahan narkoba, terutama di kalangan pelajar dan pemuda yang menjadi sasaran empuk peredaran gelap,” ujar Eko.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kepemudaan, Heru Pranowo, M.Pd, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif serta memperkuat peran pemuda sebagai subjek pembangunan yang bersih dari pengaruh zat terlarang.
Pembentukan Satgas: Garda Terdepan di Akar Rumput
Ketua DPD KNPI Gunungkidul, Heri Santosa, S.Pd.I, mengajak seluruh elemen kepemudaan untuk merapatkan barisan. Ia menegaskan bahwa pembentukan Satgas Anti Narkoba bukan sekadar seremonial, melainkan upaya nyata menciptakan garda terdepan di tingkat akar rumput.

Sesi materi diisi oleh narasumber ahli di bidangnya:
- Kanit Satresnarkoba Polres Gunungkidul, Joko Muloyono, S.E.: Memaparkan berbagai modus operandi peredaran narkoba terkini serta dampak hukum yang tegas bagi para pelaku.
- Boni Yogi Rusdi: Memberikan perspektif rehabilitatif melalui pengalaman pendampingan korban narkoba agar dapat kembali pulih dan produktif di masyarakat.
Wujud Nyata Gerakan Moral Pemuda Muhammadiyah
Kehadiran Pemuda Muhammadiyah dalam agenda ini menjadi bukti nyata peran organisasi kepemudaan berbasis keagamaan dalam mendukung program pemerintah. Selain sebagai bentuk dukungan administratif, partisipasi ini merupakan bagian dari gerakan moral untuk memastikan lingkungan pemuda di Gunungkidul tetap sehat dan religius.

Dengan terbentuknya Satgas Anti Narkoba ini, diharapkan sinergi antar organisasi kepemudaan di Gunungkidul semakin kokoh guna mewujudkan daerah yang bersih dari narkoba (Bersinar) dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.


